3.10.2009

MAJU MUNDUR LAYANAN PLN GORONTALO

“Bro dah kelar belom ngetik tugasnya? Tanya Samuel.
“Tinggal dikit lagi neh” Jawab Dony.
“Dah di-save file-nya?” Tanya Samuel kembali.
“Ntar aja dech nge-save-ny sekalian. Tinggal satu kalimat lagi”. Jawab Dony santai.
Sejenak kemudian …
“Wah … mati gue, bro! mati lampu neh. Mana ketikan gue belum di-save dan kudu dikumpulin sebentar lagi”, rasa kesal Dony dengan adanya mati lampu.
“Wah … gimana sih layanan PLN di sini?, Dony dengan kesalnya ngomelin PLN. :)
Heemm … sepenggal percakapan mahasiswa Jakarta di atas tadi wajar dan mungkin pernah kita alami. Ngomel dangan berbagai ekspresi, hujatan kekesalan (ntah kepada siapa dia menghujat) bisa saja terlontarkan dari mulut kita.

Penulis juga begitu (kadang-kadang siiih) :) :) Paslnya dalam kurun waktu tiga tahun penulis tinggal di Gorontalo (Kec. Tapa – Bone Bolango) sering kecewa dangan layanan yang diberikan PLN. Pemadaman listrik alias ‘mati lampu’ adalah hal yang krusial bagi siapa saja yang dalam aktifitas hariannya berhubungan dengan teknologi seperti computer, laptop, televisi dll. Terutama penulis yang sehari-harinya selalu berhubungan dengan komputer/laptop dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Seringkali dibuat kecewa dengan seringnya ‘mati lampu’ di daerah yang ia tempati. (Tapa – Gorontalo).

Tahun pertama (2006-2007) penulis tinggal di Gorontalo merasa shock/ga kerasan dengan adanya ‘mati lampu’ yang tidak hanya satu minggu sekali. Tetapi bisa 3 kali dalam sehari. BĂȘte banget kan jadinya? :( lagi asyik-asyiknya negtik eh tiba-tiba ‘mati lampu’.

Di tahun kedua (2007-2008) pelayanan PLN di Gorontalo mulai berangsur-angsur membaik disbanding tahun sebelumnya. Pemadaman yang sebelumnya bisa tiga kali sehari menjadi dua atau tiga kali dalam seminggu. Sedikit perbaikan pelayanan yang diberikan PLN menjadikan perasaan lebih lega dan patut kita syukuri. Disbanding sebelum-sebelumnya yang selalu ngomel kalau ‘mati lampu’.

Nah ditahun ketiga (awal 2009) pelayanan PLN di Gorontalo kembali lagi ke habitat semula. ‘Mati lampu’ bisa terjadi empat kali dalam sehari. Durasinya pun bervariasi. Kadang 10 menit, 15 menit, 1 jam, 3 jam bahkan sampai 5 jam. Huuuhh.. hati siapa yang ga kesel coba??? (Sabar bozz) :) Sabar … sabar…! Komputer gue jadi rusak tau!!! (Rusak? Beli jo yang baru wa?) :) :)

Nah para pembaca semua di mana saja berada bisa membayangkan, apa jadinya masa depan negeri kita kalau pelayanan PLN masih rendah begitu. Bukannya semakin bertambah tahun semakin membaiuk, tetapi semakinmemburuk. Karena tidak hanya sedikit orang yang dirugikan dengan seringnya ‘mati lampu’ tersebut. Barang-barang elektronik terutama komputer yang rentan dengan ‘mati lampu’ mendadak, banyak yang mengalami kerusakan.

Ketidak-stabilan aliran arus listrik dan kurangnya layanan PLN untuk masyarakat Gorontalo khususnya, mudah-mudahan dapat dilihat secara jeli apa pokok permasalahannya oleh pihak pemerintah setempat. Agar ke depan layanan PLN menjadi lebih baik lagi dan Gorontalo yang mempunyai visi menjadi “Gorontalo Inovatif” dapat terealisasikan. Amien.

No comments:
Write komentar

Leave your comment

Google+ Followers

PRchecker.info