5.29.2009

Ramaditya; The First Indonesian Blind Blogger

Nama Lengkap : Eko Ramaditya Adikara
Nama Panggilan : Rama
Lahir : 3 Februari 1981
Blog : http://www.ramaditya.com
Nick Name : Aurora

Kekurangan fisik seseorang tidak harus mematahkan kepercayaan dalam dirinya. Kekurangan dalam diri seseorang tidak seharusnya menjadikannya minder dan selalu merasa dikucilkan dalam lingkungan sekitarnya. Karena dalam diri manusia ada kekurangan juga kelebihan yang belum tentu dimilki oleh orang lain. Dengan kepercayaan dalam dirinya kekurangan itu bisa kita manage dan kita berdayakan menjadi sebuah potensi yang nantinya menjadi sebuah kelebihan yang tidak ada pada orang lain.

Gambaran di atas telah tergambar dalam sosok Eko Ramaditya Adikara. The first Indonesian Blind Blogger. Sebutan yang pantas disandangkan untuk dirinya sebagai sosok yang penuh semangat dalam hidup dan sebagai sosok inspirator bagi orang lain yang ‘sempurna” fisiknya. Sosok yang dengan kekurangannya tidak menjadikan dirinya merasa dikucilkan, kerdil dan tidak bisa berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain. Ia telah membuktikan bahwa dirinya bisa memberikan kontribusi untuk orang banyak sesuai dengan kemampuan yang dimilkinya. Finally, The Blind Power adalah bukti bahwa seorang yang tidak sempurna fisiknya mampu berbuat layaknya orang lain yang “sempurna” fisiknya. Sebagai buku karya pertamanya, The Blind Power dibuat untuk bisa dimanfaatnya untuk orang banyak dan juga sebagai sanggahan dari berbagai olok-olokan yang tidak sedikit didengarnya dari orang-orang yang ada di sekitarnya.

Tak hanya itu, ia juga bisa mereparasi sendiri pc atau notebooknya, bahkan ia telah mengaransemen sejumlah musik game (game music composer) produksi jepang. Mengaransemen musik game, bukankah itu hal yang sulit karena membutuhkan ketepatan nada yang bahkan tak mudah dikerjakan oleh orang yang normal sekalipun? Ya, buktinya Rama–panggilan akrabnya– bisa mengerjakannya. Rama melakukan kontak dan kontraknya lewat internet, mengirim hasil karyanya dan menerima pembayaran honornya.

Bagaimana dia bisa melakukan semua itu?
Dia mengoperasikan komputer, seperti melakukan instalasi, browsing intenet, juga mengoperasikan handphone seperti mengirim dan menerima sms dengan bantuan pembaca teks, sama halnya berjalan dengan menggunakan tongkat. Dia juga bisa mengetik dengan kecepatan di atas rata-rata orang awam. Dia juga fasih berbahasa Inggris. Pernah menjadi wartawan detik, spesialiasi untuk kolom games.

Jangankan untuk menulis, membayangkan bagaimana dia membaca saja susah. Apalagi mendesain blog, mengaransemen musik, browsing internet? Bagaimana ia belajar bahasa Inggrisnya? Sekali lagi, buktinya Rama yang dalam bayangan kita itu akan mengalami kesulitan karena kekurangannya itu, ternyata bisa melakukannya.

“Pernahkah kalian berada pada saat-saat paling menyedihkan dalam hidup kalian? Saat yang dimaksud adalah ketika kita merasa bahwa cobaan hidup yang diberikan Tuhan sudah tak lagi bisa kita hadapi. Di saat itu, yang ada hanyalah rasa putus asa, dan keinginan yang hilang untuk terus berjuang dan mencoba…”.

“Tuhan nggak pernah memberi cobaan yang melebihi batas kemampuan umat-Nya!”

Kata-kata yang terucap dari mulut yang penuh semangat dan rasa syukur dengan apa yang diberikan oleh-Nya. Ia yakin bahwa dirinya mampu melewati semua ujian tersebut sesuai dengan kemampuan yang ada dalam dirinya. Rama menuai prestasinya dengan Mata Hati.

Dengan melihat bahwa ada orang yang seharusnya lebih menderita dari kita tapi mereka masih bisa tegar, setidaknya akan memberikan energi tambahan bagi kita untuk melanjutkan hidup ini lebih baik lagi. Tidak mengeluh dan selalu menyalahkan keadaan dirinya.

Semoga artikel yang sederhana dan mungkin sudah banyak diposting temen-temen ini bermanfaat dan mendorong kita untuk selalu introspeksi diri serta selalu bersyukur atas apa yang Allah berikan.


No comments:
Write komentar

Leave your comment

Google+ Followers

PRchecker.info