6.08.2009

UN Ulang; Perlukah Dilaksanakan?

Ujian Nasional (UN) yang dijadikan sebagai ujian standar nasional di negeri antah berantah ini :) sedang menjadi buah bibir para siswa, para guru dan para orang tua murid terutama bagi mereka yang menjadi "korban" sistem UN tersebut. Ujian Nasional yang sejak awal kemunculannya menuai berbagai macam pro dan kontra di tahun 2009 ini sedang menggegerkan dunia pendidikan nusantara.

Pasalnya seminggu yang lalu Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) mengeluarkan SK No 16/SKUN/BSNP/U/2009 ke beberapa sekolah di tingkat kabupaten dan provinsi tentang pelaksanaan UN ulang. Ada sekitar 33 sekolah yang diharuskan mengadakan UN ulang. Jadwal pelaksanaan UN ulang yang sejatinya hari ini tanggal 8 Juni 2009 batal dilaksanakan. Wah jadi bingung kan apa sebab semua ini? Yang lebih bingung dan resah lagi pastinya anak-anak yang menjadi "korban" dunk :( :(

Keputusan UN ulang oleh BSNP disinyalir karena adanya indikasi kecurangan dalam pelaksanaan UN di tiap sekolah yang terdeteksi melakukannya. Hal itu juga dideteksi dari pola jawaban LJK yang sama dilakukan oleh siswa yang sangat-sangat merugikan siswa karena jawabannya salah. Wah, salah ko sama yah .... :) Ada apa nih? :)

Selanjutnya, perlukah UN ulang dilaksanakan? Mulai serius nih pembahasannya. Menurut elmarzuqi UN ulang ya perlu dilaksanakan. Pasalnya semua siswa yang ada di sekolah-sekolah tersebut dinyatakan tidak lulus. Kalau tidak lulus ya harus ada ujian ulang. Namun, kita juga perlu melihat dari sisi keadilan bagi siswa yang tidak lulus UN di sekolah lain. Karena memang tidak ada UN ulang. Siswa yang tidak lulus ya harus ikut ujian Paket B atau C. Kalau ada UN ulang bagi 33 sekolah tersebut berarti tidak adil dong bagi sekolah lain yang siswanya tidak lulus UN. Harusnya ikut ujian paket B/C. Biar adil :) :) Jadi berantem kan akhirnya? :) :)

Menurut hemat elmarzuqi, kasus UN ulang ini mari jadikan sebagai bahan introspeksi bagi sekolah-sekolah yang ada dan juga pemerintah sebagai pemrakarsa sistem UN ini. Pelaksanaan UN yang diwarnai kecurangan ya tentunya perlu adanya tindakan yang tegas dari pihak-pihak yang terkait. Karena bocornya soal, pemberian jawaban langsung oleh pengawas maupun guru bidang studinya masing-masing dalam pelaksanaan UN sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat. Elmarzuqi tidak bermaksud men-judge bahwa sekolah-sekolah yang diharuskan untuk mengadakan UN ulang itu melakukan kecurangan sistematis. Akan tetapi, elmatzuqi yakin bahwa BSNP mengeluarkan SK tersebut tentu punya dasar pijakan dan bukti-bukti yang ada. Elmarzuqi juga mendengar langsung teman-teman yang ditugaskan di sekolah lain bercerita hal kecurangan tersebut. Dengan berbagai macam model, ada yang diam-diam tetepi ada juga yang secara terang-terangan. Curang banget yah... :)

Wah ... mau jadi apa jika anak-anak diajarkan seperti itu yah. Kapan dunia pendidikan Indonesia akan maju bersaing dengan negara-negara lain jika nilai ujiannya saja adalah hasil pemberian? Kacau dechhh... bahkan Balau. Jadinya ya Kacau Balau. :) :) :)

Malahan elmarzuqi berfikir bahwa inilah jawaban tuntutan siswa-siswa yang selama ini selalu menyuarakan dan mendambakan keadilan dari pihak pemerintah terkait untuk menindak kecurangan-kecurangan yang terjadi. Jika ini sebagai wujud dari tuntutan mereka, ya kita dukung sebagai bahan introspeksi sekolah-sekolah di seantero nusantara. Kesimpulannya bahwa "kecurangan adalah kejahatan yang sangat-sangat merugikan siswa didik".


3 comments:
Write komentar
  1. hmm,, betul juga mas ya,, kalo mau ulang,, mending semua yg g lulus aja ngulang ya... biar fair gitu,, :D

    ReplyDelete
  2. wah tambah carut marut aja enddidikan kita

    ReplyDelete
  3. Ngeri neh sistem pendidikan kaya gini. Ngga jelas, yang ada bukan buat anak bangsa pinter malah bikin stress.

    ReplyDelete

Leave your comment

Google+ Followers

PRchecker.info