4.27.2013

Berbicara Saat Khutbah Jum’at Berlangsung


Suara adzan berkumandang terdengar syahdu dan menggetarkan jiwa di tengah terik matahari kota Pare, Kediri Jawa Timur. Masjid Agung An-Nur Pare, Kediri menjadi tempat persinggahan saya dan keluarga untuk melaksanakan shalat Jum’at. Pelataran masjid yang sangat luas tanpa pelindung dari sinar matahari, menjadikan saya dan para jama’ah lainnya bergegas melangkahkan kaki agar cepat sampai ke teras masjid yang sangat sejuk.

Para jama’ah ada yang langsung mengambil air wudhu dan beberapa lainnya asyik ngobrol di teras samping dan belakang masjid meskipun sang muadzin hampir selesai mengumandangkan adzannya. Sesaat setelah berwudhu saya masuk dari pintu sebelah kiri masjid karena berdekatan dengan lokasi tempat wudhu. Ruangan dalam masjid yang sangat luas dan diperkirakan mampu memuat 1000an jamaah terlihat tampak lengang dan hanya empat shaf dari depan yang sudah dipenuhi para jamaah. Padahal khotib sudah naik mimbar dan sedang duduk sebentar menunggu adzan kedua selesai dikumandangkan.

Saat khutbah berlangsung, dari jarak sekitar 7 meter ke belakang dari tempat saya duduk, ada dua orang yang sedang asyik bercerita dengan suara yang cukup keras. Saya hanya melihat ke arah mereka sebagai isyarat agar mereka mengerti bahwa ketika khatib sedang berkhutbah hendaknya diam mendengarkan pesan khutbah yang disampaikan. Saya hanya ber-istighfar dalam hati melihat mereka berdua yang seharusnya sudah mengerti sekali dengan hal ini. Memang banyak sekali jama’ah yang sedang asyik ngobrol di kala khatib sedang berkhutbah. Di teras samping kanan, samping kiri dan belakang masjid. Laksana orang sedang berjualan dan tawar menawar di pasar tradisional.

Sungguh sangat memilukan melihat kejadian seperti ini. Seakan-akan para ulama dan para ustadz tidak pernah menyampaikan pentingnya berdiam dan larangan bersuara (baca: ngobrol) ketika khutbah Jum’at berlangsung. Padahal hampir di setiap masjid sebelum adzan dikumandangkan, petugas/ta’mir masjid sudah memperingatkan tentang hal ini. Bahkan di jendela masjid sudah banyak diberi peringatan berbentuk tulisan yang mengingatkan para jama’ah untuk tidak berbicara saat khutbah berlangsung.

Rasulullah Saw pun telah memperingatkan kita dalam haditsnya yang berbunyi:
إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ . وَالإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ

Jika engkau berkata pada sahabatmu pada hari Jum’at, ‘Diamlah, khotib sedang berkhutbah!’ Sungguh engkau telah berkata sia-sia." (HR. Bukhari no. 934 dan Muslim no. 851).

1 comment:
Write komentar

Leave your comment

Google+ Followers

PRchecker.info