6.15.2015

Menjadi Orang yang Dikehendaki Baik oleh Allah Swt


Kadar seberapa baiknya seseorang itu ditentukan oleh seberapa dalam ia mengerti ilmu agama. Orang yang dikehendaki baik oleh Allah Swt. adalah orang yang juga dikehendaki Allah Swt. sebagai seorang yang paham akan ilmu agama. Nabi Muhammad Saw bersabda,
مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ
Artinya "Barang siapa yg Allah menghendaki kebaikan baginya maka dia diberikan kefahaman dalam agama”. HR. Bukhori

Jika Allah Swt. menghendaki seseorang menjadi baik maka Allah Swt. akan memberikan ia pendengaran terhadap al Quran di dalam kalbunya. Allah Swt. berfirman,
وَلَوْ عَلِمَ اللهُ فِيْهِمْ خَيْرًا لَأَسْمَعَهُمْ
Artinya: “Kalau sekiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar”. (QS. Al Anfal: 23)

Tidak hanya bisa mendengar saja, hati pun dapat melihat dan mengucap. Hati yang mengucapkan al Quran adalah hati yang mentadabbur lafadh-lafadh al Quran. Oleh karena itu hendaknya seseorang tidak hanya membacanya dengan lisan saja tapi juga harus membacanya disertai dengan hati yang memahami maksud-maksud ayat al Quran.

Mendengarkan al Quran dari dalam hati itu bisa menumbuhkan makna yang dalam dari pada mendengarkanya melalui telinga. Oleh sebab itu orang yang bisa mendengarkan al Quran dari dalam hatinya berarti ia juga bisa memahami kandungan dan maksud al Quran. Akan tetapi, orang yang di dalam dirinya tidak ada kebaikan kemudian Allah memberikan pendengaran ayat-ayatNya kepada mereka maka ayat-ayat itu tidak akan bisa meresap ke dalam hati mereka justru sebaliknya mereka akan berpaling dari ayat-ayat Allah Swt. Allah berfirman,
وَلَوْ أَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ
Artinya: “Dan jikalau Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedang mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka dengar itu)”. (QS. Al Anfal : 23)

Ketika mendengar al Quran mereka mendengarnya melalui kuping saja dan hati mereka menolak. Penolakan dan berpalingnya mereka dari al Qur’an itu adalah tanda kekafiran mereka.

Allah berjanji kepada orang-orang yang menerima dan mengamalkan al Quran bahwa Dia akan menganugerahkan kepada mereka dengan kehidupan yang sejahtera sedangkan orang yang tidak mengamalkan dan berpaling dari al Quran maka Allah mengancam mereka dengan kehidupan yang sulit. Allah Swt berfirman,
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَي
Artinya: Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. (Qs. Thaahaa : 124)

Catatan: Artikel ini disarikan dari ceramah Syaikhina Maimoen Zubair di acara Maulidiyah PP AL Anwar tahun 2008

Sumber: ppalanwar.com

No comments:
Write komentar

Leave your comment

Google+ Followers

PRchecker.info