5.30.2009

Pengharaman Facebook sebagai Bentuk Kemunduran?

Sebetulnya pembahasan ini sudah banyak diulas oleh teman-teman. Tapi elmarzuqi ingin ikut komentar juga dengan adanya fatwa pengharaman Facebook tersebut. :) Pasalnya ketika elmarzuqi lagi asyik ngeBLOG, eh ujug-ujug _bahasa apa yah ini? :) Ujug-ujug = Tiba-tiba. Lanjut yah ... ada ibu-ibu nanya “Bener ga sih Facebook haram? Saya dengar dari berita juga teman-teman pada ngomong katanya Facebook haram!” Wah wah wah waaaahhh …

Ternyata dampak fatwa tersebut masih terasa membingungkan masyarakat kita terutama bagi mereka yang sudah bergabung dan bagi mereka yang baru akan mencoba bergabung. Tidak tau apa tujuan mereka membuat akun di Facebook. Atau hanya ingin ikut-ikutan teman-temannya yang sudah bergabung? Terutama ibu-ibu rumah tangga. Karena ternyata Facebook tidak hanya digandrungi oleh anak-anak remaja, maha siswa dan orang-orang kantoran saja. Tetapi digandrungi oleh ibu-ibu rumah tangga juga. Meski mereka tidak tahu bagaimana mengoperasikan komputer, hal tersebut tidak menjadi kendala karena Facebook bisa diakses lewat handphone. Realitanya, Facebook di masyarakat bawah (masyarakat kebanyakan) bagaikan virus yang cepat menyebar.

Fatwa pengharaman Facebook oleh Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMP3) se-Jatim yang terdiri atas delegasi santri putri mengharamkan penggunaan jejaring sosial, seperti Friendster dan Facebook, serta pesan singkat lewat ponsel (SMS) dan 3G (telepon video) jika digunakan secara berlebihan, ternyata mempunyai dampak yang berbeda-beda dan menuai kontroversi di masyarakat kita. Hal ini terjadi karena ketaatan dan kepatuhan masyarakat kita pada para kiayi pondok pesantren masih terasa sangat kental. Dan itu adalah baik sejauh dalam hal-hal kebaikan tentunya. Masyarakat masih sangat menaruh rasa hormat yang begitu besar terhadap para kiyai sebagai panutan ummat muslim. Sehingga apa yang para kiayi katakan (fatwakan), masyarakat kita langsung merasakan dampaknya. Baik yang positif maupun yang negatif. Apa yang positif dan apa yang negatif? Sok tau yah ini bocah :) ...

Positif apabila fatwa tersebut dibuat untuk memperjelas suatu permasalahan ummat yang betul-betul perlu adanya solusi agar tidak meresahkan masyarakat baik dalam beribadah maupun bermu’amalah. Maksud dan tujuan fatwanya jelas dan tegas. Tetapi negatif apabila sebaliknya yaitu menjadikan masyarakat resah dengan adanya fatwa tersebut. Tujuan dan maksudnya belum begitu jelas dan tidak tegas. Karena masyarakat tidak ingin dirinya terjebak dalam lubang kesalahan karena ketidak-tahuannya terhadap masalah tersebut. Kalua fatwanya tidak jelas dan tegas kan bisa membingungkan sekaligus meresahkan masyarakat? Iya gak? :) :) ...

Sudah jelas sebenarnya bahwa segala sesuatu kalau digunakan secara berlebihan dan banyak menimbulkan dampak yang negatif, jelas-jelas perlu ditinggalkan. Sesuatu yang banyak mudharatnya (keburukannya) ketimbang maslahatnya (kebaikannya) sudah barang tentu perlu adanya pembatasan dan pencegahan. Elmarzuqi wajar-wajar saja kok dengan adanya fatwa “haram” Facebook sebatas pada sisi fungsionalnya untuk hal-hal yang negatif. Digunakan sebagai media untuk janjian antar lawan jenis untuk hal negatif, kencan dan bahkan selingkuh bagi yang sudah menikah misalnya, ya jelas-jelas tidak dibolehkan. Apa lagi digunakan seabagai media yang mengarahkan pada tindakan pornografi dan pornoaksi. Wah jelas-jelas tidak diperbolehkan.

Tapi apa dengan fatwa haram Facebook oleh pihak pesantren dapat menyelesaikan masalah? Bukannya malah akan menimbulkan berbagai persepsi sebagai bentuk kemunduran pemikiran? Lebih parah lagi kalau ada yang beranggapan bahwa Islam ternyata menolak kemajuan teknologi. Jadi runyam dan kompleks kan masalahnya? Baca saja informasi di KOMPAS selasa kemarin.

Elmarzuqi berusaha mengambil jalan tengah saja lah didasarkan dengan kaidah Ushuliyah درء المفاسـد على جلب المصالح yaitu “Meninggalkan sesuatu yang berdampak negatif (keburukan), untuk memperoleh banyak manfaat (kebaikan)”. Dus lebih baik mari kita gunakan Facebook untuk hal yang lebih bermanfaat seperti berdiskusi, saling berbagi ilmu dan pengetahuan dll hal yang positif deh yah. :)

Namun, yang perlu ditindak-lanjuti adalah bagaimana memahamkan masyarakat tentang fatwa haram Facebook tersebut. Terutama mereka yang berada jauh dari perkotaan yang sangat kekurangan informasi dan sedang mengikuti perkembangan teknologi masa kini. Yang mereka dengar hanyalah berita di TV, radio, obrolan orang-orang santai dan yang lebih miris lagi adalah berita “KATANYA”. Tau kan maksudnya? :) ... Itulah kewajiban kita semua untuk mencerdaskan pemahaman masyarakat di sekitar kita agar tidak dangkal dan ikut-ikutan berbicara tetapi tidak tahu pangkal permasalahannya. Sehingga pemikiran dan pemahaman masyarakat kita tidak terbelakang. Karena fatwa tersebut menimbulkan banyak kontroversi. Mohon maaf kalau sok tahu yah? :) :) ...

So, untuk para Facebooker (sebutan para pengguna Facebook), ayo kembalilah ke jalan yang “BENAR” sebagaimana niat awal bang Mark Elliot Zuckenberg membuat situs jejaring sosial Facebook ini. Pengumuman-pengumuman kepada bapak-bapak, ibu-ibu semua yang baca artikel ini (kaya lagunya Wali yah? Hehehe …) sebelum Anda bergabung, ikuti tips dari elmarzuqi nih: Hehehe …
1. Bacalah sejarah didirikannya Facebook terlebih dulu. Silahkan lihat di Sejarah Facebook.
2. Luruskan niat dan tujuan Anda bergabung di Facebook. Jangan sampai hanya ikut-ikutan tren dan banyak menyita waktu Anda yang sangat berharga.
3. Aturlah jadwal update Facebook Anda. Jangan sampai mengganggu jadwal rutinitas kerja/kegiatan sehari-hari Anda.
4. Gunakanlah Facebook Anda sebagai media berbagi ilmu dan pengetahuan (dakwah).

Semoga bermanfaat dan sekali lagi mohon maaf bahwa tulisan ini bukan untuk menyalahkan pihak-pihak tertentu. Elmarzuqi hanya ingin mengajak mari kita introspeksi diri dan selalu menambah wawasan kita. Barangkali ada yang mau menambahkan, dikomentar saja yah ...


3 comments:
Write komentar
  1. emang apa niat awalnya Mark Elliot Zuckenberg, membuat fcebook?

    bls di blog sya ya ust?

    ReplyDelete
  2. hihihi,, kalo saya sih sob,, ambil positifnya aja,, n tinggalin yg negatifnya,, :D

    ReplyDelete
  3. makin tinggi pohon makin kencang juga angin yang menerpa :D
    soal komentar di blog saya silahkan saja mas..
    mudah2an bermanfaat buat pembaca blog ini, tunggu kelanjutannya ya di postingan selanjutnya..salam kenal..

    ReplyDelete

Leave your comment

Google+ Followers

PRchecker.info