12.06.2016

"Kaya itu penting, tapi jangan yang penting kaya; yang penting kaya bisa menghalalkan segala cara. Maka kalau bisa orang itu kaya dan sehat. Sehat itu penting, karena maksiat saja perlu sehat, apalagi ketaatan dan kebaikan perlu kesehatan. Berusahalah jadi orang kuat.”

“Hidup itu nikmat dan indah, maka nikmatilah keindahan hidup. Yang membuat tidak nikmat itu manusianya. Allah sudah menjadikan semuanya indah di dunia ini. “Dia-lah yang membuat indah segala sesuatu yang Dia ciptakan” (QS. [32]: 7).”

“Keindahan dan kenikmatan bagi seorang guru yaitu murid; bagi suami adalah istri; bagi orang tua adalah anak; bagi pemimpin adalah rakyat, dst. Ini surga kita: guru punya murid, murid punya guru, itu surga. Bayangkan murid tidak punya guru, atau guru tidak punya murid. Dokter tidak punya pasien, pasien tidak punya dokter.”

“Guru bukan sekedar mengajar ilmu, tapi juga mengajar kehidupan. Kiai yang bener itu ada di pondok 24 jam, 7 hari seminggu, 31 hari sebulan, dst; pesantren tidak boleh jadi sambilan, mendidik dan mengajar tidak boleh hanya sambilan. Harus totalitas; tenaga, pikiran, hati, dan keikhlasan.”

“Kita syukuri kenikmatan ini, dan kita nikmati kesyukuran ini. Jangan sampe kenikmatan kita disyukuri orang lain, atau kesyukuran kita orang lain yang menikmati. Ramadhan dan Idul Fitri, itu kesyukuran dan kenikmatan kita, jangan sampai malah orang-orang nasrani, yahudi, kapitalis, komunis, dll yang menikmati.”

“Memberi sedekah saat-saat sulit itu bagus, mulia. Memberi sedekah saat lapang itu biasa. Ingat hadis Rasul: “Juhdul muqill”, kerja kerasnya orang yang serba terbatas; maka keterbatasan diri tidak boleh membuat orang tidak berbuat kebaikan.”

“Maka, jangan sampe jadi manusia yang tidak punya prestasi. Berprestasilah, dan harus punya keunggulan. Berprestasilah dalam kebaikan, kemakrufan dan kebenaran.”

“Di pondok ini semangatnya adalah kebersamaan untuk memberi, bukan kebersamaan untuk bagi-bagi. Ingat, dalam berjuang dan berjihad jangan berpikir dapat apa, berapa, itu sampah-sampah perjuangan.”

“Di pondok ini kita tanamkan “bom,” yaitu “bom spiritual,” bukan bom kimiawi. Kita didik santri-santri ini menjadi “bom spiritual,” untuk “mengebom” sesuatu yang tidak benar, kemungkaran dan kemunduran.”

“Tiap orang punya aib, tiap lembaga punya kekurangan. Boleh membaca aib orang, tapi jangan membacakannya. Bedakan antara membaca dan membacakan. Suasana sekarang ini semrawut, karena saling membacakan aib orang lain.”

“Ulama yang mempertahankan harga diri dan meninggalkan persatuan umat, menjauhi ukhuwah Islamiyah, tidak usah diikuti, itu ulama palsu. Umat ditinggalkan ulama itu pahit, tapi lebih pahit lagi kalau ulama ditinggalkan umat.”

Embun Penyejuk dari KH. Hasan Sahal Abdullah

11.23.2016

KH. Maimun Zubair merupakan salah satu sesepuh ulama di Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Beliau adalah Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar yang sangat karismatik. Sebagai ulama karismatik, nasihat-nasihatnya sangat bermanfaat untuk para santri maupun masyarakat umum.

Sebagaimana dikutip dari nu.or.id, beliau merupakan rujukan ulama dalam bidang fikih. Selain itu, beliau juga adalah Ketua Dewan Syuro Partai Persatuan Pembangunan. Nah, berikut 5 nasihat Mbah Maimun, sapaan karismatik beliau, agar santri sukses dalam hidup bermasyarakat dan selamat di akhirat nanti:

1. Pilihlah Istri yang Tidak Mengerti Urusan Dunia

Bila Anda ingin memiliki anak yang saleh dan alim dalam masalah agama, pilihlah istri yang tidak terlalu mengurusi duniawi. Hal tersebut sebagaimana dilansir dalam fiqhmenjawab.net. Pilihlah istri yang lebih senang tinggal di rumah untuk melakukan ibadah, seperti berpuasa, istikamah membaca Alquran dan lain sebagainya. Namun, bila Anda ingin memilih istri sebaliknya, maka Andalah yang harus rajin tirakat.

2. Mengajar Jangan Semata-mata Mencari Uang

Mbah Maimun pernah mengatakan bahwa orang Yahudi pada waktu itu mau mengajar bila dikasih uang dan bentuk materi lainnya, sebagaimana dikutip dari santrijagad.org. Jadi, bila santri mengajar semata-mata hanya karena mencari uang, maka sama saja seperti sifat orang Yahudi yang dikecam dalam Alquran.

3. Santri Harus Punya Usaha Sendiri

Poin ini mungkin berkaitan dengan poin sebelumnya bahwa santri harus mempunyai usaha sendiri. Hal ini mungkin untuk menghindari berharap gajian dari hasil mengajar, sehingga tidak ada bedanya dengan sifat orang Yahudi pada waktu itu yang membanderol biaya mengajar.
Namun demikian, bila profesi Anda memang guru, dosen, dan lain sebagainya, memang tidak salah mengambil gaji yang Anda dapat dari hasil jerih payah Anda sendiri dalam mengajar. Titik tekannya adalah Anda jangan berharap bahwa rezeki itu hanya dari jalur yang satu itu saja, sehingga ketika tunjangan turun terlambat Anda mengeluh. Nasihat ini pernah saya baca dari beberapa meme yang lewat di media sosial beberapa waktu silam.

4. Suuzan Membuat Hati Menjadi Gelap

Seperti dikutip dari alfikronline.com, Mbah Maimun pernah menyatakan bahwa sering melakukan suuzan akan membuat hati menjadi gelap. Hal tersebut dapat berdampak pada susahnya menerima kebenaran yang datang dari orang lain. Selain itu, sifat-sifat buruk lainnya pun harus semaksimal mungkin dihindari, seperti marah berlebihan, iri, dengki, sombong, dan lain sebagainya.

5. Pisahkan Uang Subhat dan Uang yang Halal 100% 

Salah satu kebiasaan yang dilakukan Mbah Maimun Zuber adalah memisahkan uang yang benar-benar hasil jerih payah sendiri, seperti uang hasil menjual panenan padi, dengan uang dari hasil partai politik, misalnya. Konon, beliau melakukan hal tersebut untuk menghindari uang-uang subhat yang kita konsumsi.

Sumber: Nanangdarsono.net

Nasihat KH Maemun Zubair untuk para Guru

11.22.2016

Pada setiap kutipannya mengandung kata mutiara yang dapat menjadi pembelajaran bagi kita untuk memahami dan menyikapi rezeki. Berikut ini adalah kutipan dari twitternya Ippho Santosa yang saya kumpulkan di sini dengan maksud berbagi dengan kawan-kawan semua dan semoga bermanfaat. Aamiin…

Kata-kata Bijak Tentang Rezeki

Ø  Ya Allah, jauhkan kami dr perniagaan yg merugi. Dan jauhkan kami sejauh-jauhnya dr kehidupan yg merugi. Aamiin
Ø  Harta yg kita kumpulkan, perniagaan yg kita sibukkan, hampir-hampir itu tak bermakna. Kecuali itu jadi amal & manfaat
Ø  Sebanyak-banyaknya doa & permohonan kita, mestinya lebih banyak lagi syukur kita. Justru inilah yg akan memudahkan doa
Ø  Kalau mengingat rezeki yg kita peroleh selama ini, rasa-rasanya malu utk memohon ini-itu. Namun tetaplah berdoa & memohon, sambil mensyukuri
Ø  Rezeki kadang wujudnya berupa masalah. Kalau kt tabah, kelak akan terkuak segala hikmah dan berkah. Subhanallah, indah!
Ø  Bukan karena optimis, kita melangkah. Tapi karena kita melangkah, insyaAllah jadinya optimis. Dibalik caranya :)
Ø  Ada uang atau nggak ada uang, mestinya kita tetap yakin. Ini namanya iman :)
Ø  Jangan sampai begini >> Punya uang, trs yakin. Kalau nggak punya uang, trs nggak yakin. Berarti uanglah yg jadi Tuhan
Ø  Gak punya uang? Mestinya tetap yakin bisa buka usaha, bisa menikah, bisa berumrah dll. Yakin dulu, niat dulu, doa dulu
Ø  Bayangkan kalau rezeki itu serba pasti semua, apa masih mau manusia berikhtiar sungguh-sungguh? Tentu tidak. Jadinya malas, menunggu saja :)
Ø  Ketidak-pastian dlm rezeki (jumlahnya, kapannya, dari mananya dll) membuat manusia optimal ikhtiar & ibadahnya
Ø  Rezeki yang pasti-pasti, biasanya nggak banyak. Rezeki yang tidak disangka-sangka? Nah, itu biasanya banyak :)
Ø  Umrah itu mengundang rezeki. Lihatlah di sktr kita, orang-orang yang pulang berumrah, biasanya rezekinya membaik
Ø  Bisnis tidak sesulit yang kita bayangkan. Begitu kita action, bayangan negatif pun pelan-pelan sirna :)
Ø  Rezeki nggak bakal ketukar... Semua orang tahu kalimat ini, tapi hanya segelintir yg menerimanya dengan lapang hati
Ø  Jika orangtua meminta sesuatu, jangan mengeluh & menggerutu. Ini kesempatan bagimu. Iyakan saja, maka rezeki akan datang dr berbagai penjuru
Ø  Orang lain mungkin perlu sedekahan kita. Yang sebenarnya, kitalah yang lebih perlu utk bersedekah
Ø  Sedekah bukannya mengurangi, malah menambahi. Bakti bukannya jadi beban, malah membuat hidup terasa lebih ringan
Ø  Sedekah yg kita berikan kpd sesama & bakti yg kita berikan kpd orangtua, pd hakikatnya itu utk kita. Segala manfaatnya akan kembali kpd kita
Ø  Nikmat manakah yg kita dustakan? Jika kita mengingat nikmat-nikmat dari-Nya, insyaAllah kita malu utk berkeluh-kesah
Ø  Kalau dulu kita membebani orangtua, sekarang yuk hijrah, berubah. Saatnya kita meringankan beban orangtua
Ø  Misal kt diamanahi mobil. Bolehkah ada rasa suka thdp mobil tsb? Boleh. Kt sayang kt rawat. Itu bgn dr syukur nikmat. Asal jangan berlebihan
Ø  Dunia diciptakan bukan utk dibenci. Boleh disukai sekadarnya. Boleh dipakai seperlunya. Jangan anti :)
Ø  Investasi dulu dengan-Nya. Terus? Investasi ilmu utk otak kita. Setelah itu? InsyaAllah akan mudah utk invest apapun
Ø  Sepenting-pentingnya uang, lbh penting lg ilmu & akhlak di balik uang. Tanpa ilmu & akhlak yg tepat, uang bs jd bencana
Ø  Dari dulu sampai skrg, uang tidak pernah membawa masalah. Yang masalah itu manusianya. Kurang ilmu, kurang moral
Ø  Kalau memang msh mau bekerja, yah terimalah konsekuensinya. Kalau berbisnis? Siaplah dgn resikonya :)
Ø  Namanya gaji, suliiit untuk meningkat secepat kilat... Beda dgn bisnis. Bisa bertambah scr eksponensial
Ø  Daripada ngeluh ttg kecilnya gaji, mending coba mandiri. Berbisnis... Mulai saja sebisanya, sepahamnya :)
Ø  Setelah bersedekah, kadang niat bs terganggu lg. Makanya mesti benar-benar dijaga. Jangan pernah merasa bangga dgn amal
Ø  Bikin sekolah, rumah sakit, rumah ibadah, haji, umrah, akikah, kurban, zakat & sedekah, akan lebih mudah kalau kt kaya
Ø  Kalau kita kaya, banyak hal konkrit yg bisa kita lakukan utk keluarga, sesama & agama. Belum bisa? Aminkan dulu deh :)
Ø  "Walaupun miskin, saya tetap jujur." Nah, saran saya, jujurnya diterusin. Miskinnya jangan diterusin :)
Ø  Untuk kaya, ada polanya. Untuk miskin, juga ada polanya. Pelajari polanya dari orang2 yang teruji. Bukan coba2 sendiri
Ø  Banyak orang tabu membahas tentang uang. Dipikirnya itu duniawi semata. Maka uang pun 'tabu' dekat-dekat sama dia :D
Ø  Kalau kita menganggap kaya itu buruk, maka kita tidak akan kaya. Karena otak bawah sadar kita menolak konsep kekayaan
Ø  Perampok impian adalah mereka yang mengatakan kaya itu buruk. Kadang, orang-orang terdekat yang mengatakan itu. Padahal harta itu netral :)
Ø  Bukan rezeki yang seret. Jangan-jangan bakti kita yang seret... Yuk introspeksi. Berbenah & berubah :)
Ø  Berbakti bukan sekadar urusan rupiah. Berikan juga perhatian, waktu, dll. Persis spt mereka dulu membesarkan kita, mereka berikan segalanya
Ø  Saldo boleh naik-turun. Bisnis boleh naik-turun. Tapi integritas haruuus naik terus :)
Ø  Teramat banyak rezeki yg DIA telah & akan berikan. Pertanyaannya, seberapa pantas kita, sehingga diberi banyak oleh-Nya
Ø  Manusia dgn amalnya, bisa lebih mulia daripada malaikat. Tapi krn keserakahannya, bisa lebih hina drpd binatang
Ø  Pencuri saja, ada rezekinya. Apalagi kita, yang insyaAllah orang baik-baik... Tetap sabar, tetap ikhtiar :)


Untuk mengetahui lebih banyak Anda dapat memfollow langsung twitter Ipphoright, terimakasih atas kunjungannya. Semoga bermanfaat.

Kumpulan Kata Bijak Ippho Santosa

Sebuah kisah yang menceritakan tentang kepedulian terhadap sesama. Kisah ini mungin bisa menginspirasikan kita untuk terus beruat baik dan selau tampil anggun buat sesama. :)


Sepasang suami istri petani pulang ke rumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam,

“Hmmm…makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar?”

Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah perangkap tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak,

“Ada perangkap tikus di rumah! ….di rumah sekarang ada perangkap tikus!….”
Ia mendatangi ayam dan berteriak,

“Ada perangkap tikus!”

Sang Ayam berkata,
“Tuan Tikus, aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku”

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak.
Sang Kambing pun berkata,

“Aku turut bersimpati … tapi tidak ada yang bisa aku lakukan.”

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama.
“Maafkan aku, tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali”

Ia lalu lari ke hutan dan bertemu ular.

Sang ular berkata,
“Ahhh…Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku”

Akhirnya Sang Tikus kembali ke rumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri. Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yang terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular berbisa tersebut, sang istri tidak sempat terhindar dari gigitan ular tersebut.

Sang suami harus membawa istrinya ke rumah sakit dan kemudian istrinya sudah boleh pulang, namun beberapa hari kemudian istrinya tetap demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya (kita semua tau, sop ceker ayam sangat bermanfaat buat mengurangi demam). Suaminya dengan segera menyembelih ayamnya untuk dimasak cekernya. Beberapa hari kemudian sakitnya tidak kunjung reda. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk mengambil hatinya. Masih, istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.

Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga sang Petani harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat. Dari kejauhan, Sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi.

SUATU HARI.. KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN MENGIRA ITU BUKAN URUSAN ANDA… PIKIRKANLAH SEKALI LAGI....

Ref:
http://www.inspirasidaily.com/

Kisah Mengharukan dari Seekor Tikus

11.20.2016

Pernah lihat bayi?
Klo dipikir aneh juga ya. Bayi yang belum bisa apa-apa aja bisa tetap hidup, tumbuh dan berkembang.
Ternyata setelah Saya pelajari dan perhatikan, ada ilmu yang luar biasa yang dimiliki oleh setiap bayi yang jarang dimiliki oleh orang dewasa seperti Kita.
Apakah ilmu itu?
Ilmu TOTAL BERGANTUNG kepada Alloh.
Senjata andalannya cuma NANGIS. Tapi nangisnya ke Alloh.
Klo lagi lapar, si bayi akan nangis ke Alloh, ga berapa lama.. Cringgg... Makanan langsung datang melalui orang tuanya.
Klo lagi haus, si bayi akan nangis lagi ke Alloh, ga berapa lama.. Cringgg... Minuman langsung datang melalui orang tuanya.
Pas lagi BAB atau ngompol, si bayi akan nangis lagi ke Alloh minta tolong ke Alloh agar celananya bisa diganti, ga berapa lama.. Cringg.. Orang tuanya langsung datang membersihkan dan mengganti pakaiannya.
Bagaimana jika setelah nangis, namun Alloh belum kabulkan keinginannya?
Maka si bayi akan semakin menangis dengan kencang dan pada akhirnya Alloh akan mengabulkan kembali doanya.
Seorang bayi tidak pernah meminta langsung kepada orang tuanya. Dia hanya meminta dan menyerahkan seluruh kehidupannya hanya kepada Alloh.
Dia tidak pernah meminta pakaian kepada orang tuanya, tapi Alloh memberikan pakaian melalui orang tuanya.
Dia tidak pernah meminta kepada orang tuanya agar saat tidur tidak digigit nyamuk, namun Alloh selalu menjaganya melalui orang tuanya.
Namun semakin dewasa, Kita semakin jarang meminta kepada Alloh sambil menangis.
Jangankan meminta sambil menangis, menghubungi Alloh saja hanya pada saat Kita membutuhkanNya. Setelah kebutuhan dan keinginan Kita terpenuhi, Alloh dilupakan kembali.
Persis seperti pemadam kebakaran yang hanya dihubungi saat Kita butuhkan.
Semoga bermanfaat..
Salam OSB

Ilmu Bayi yang Luar Biasa

Kalau punya barang mahal dan mewah kita pasti akan mati-matian merawat dan menjaganya agar jangan sampai rusak karena merasa sayang dengan barang tersebut. Bahkan biaya perawatan untuk barang mahal dan mewah tersebut bisa sampai jutaan untuk sekali perawatan.

Bayangkan Anda punya mobil Lamborghini atau Ferrari yang harganya Milyaran. Menurut Anda apakah sekali perawatan ke bengkel untuk mobil tersebut cukup hanya dengan ratusan ribu?

No ... Sudah pasti jutaan bahkan bisa jadi puluhan juta untuk perawatannya dalam sebulan.

Lalu apakah Anda mau mobil seperti itu dikasih bahan bakar seperti premium atau bensin?

Hanya orang bodoh yang memberikan bahan bakar premium atau bensin ke mobil sekelas Ferrari atau Lamborghini. Itu namanya bunuh diri karena bisa cepat merusak mesin.

Itu baru contoh mobil mewah. Ada loh yang lebih mewah nilainya dari pada mobil mewah tersebut namun banyak orang yang tidak menyadarinya sampai untuk merawatnya saja, ia lupa dan dibiarkan rusak dan berkarat.

Apakah itu

Yup, OTAK Anda. Otak adalah aset tak ternilai dan semua orang memilikinya.

Sayangnya banyak orang tidak sadar dan mengabaikan untuk merawatnya. Bahkan untuk mengeluarkan biaya ratusan ribu saja merasa berat kecuali otak sudah sakit dan sekarat.

Klo untuk barang mewah saja kita serius untuk merawatnya, bagaimana dengan otak kita?

Apalagi untuk kemajuan dan perkembangan otak buah hati kita. Otak adalah Aset. Berikan nutrisi agar pikiran tidak macet. Think!

Semoga bermanfaat..
Salam OSB (Optimis, Semangat, Bahagia)

Otak adalah Aset Berharga

10.01.2016

Mayoritas orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk vitamin otak anak. Tentunya sebuah nutrisi otak dengan kualitas yang baik serta aman. Karena otak adalah salah satu organ terpenting tubuh dengan jumlah neuron lebih dari 10 milyar, yang mengontrol semua aktifitas kita. Sehingga selalu harus dalam kondisi prima. Karena organ otak sangat kompleks, faktor gaya hidup manusia akan mempengaruhi kinerja otak. Makanan dan vitamin otak / suplemen untuk otak yang baik adalah salah satu faktor utama untuk mengoptimalkan kinerja otak. Namun kebanyakan dari kita belum sadar bahwa vitamin untuk otak yang dikhususkan adalah suplemen otak terbaik dan akan memberikan nutrisi yang cukup agar otak bekerja lebih baik. Omar Smart Brain bisa menjadi alternatif solusi bagi anak Anda.

Omar Smart Brain

Banyak hal yang bisa dilakukan dalam meningkatkan konsentrasi belajar, daya ingat dan juga IQ pada anak. Karena pentingnya kesehatan otak, mulai saat ini kita sebagai orang tua harus bisa lebih selektif dalam memberikan nutrisi untuk otak anak kita. Baik yang masih duduk di bangku sekolah Taman Kanak Kanak ataupun sedang menempuh jenjang pendidikan di Perguruan Tinggi.
OSB Omar Smart Brain produk asli Indonesia, adalah vitamin otak berbahan herbal aman (Centella Asiatica dan Gynura Segetum), meningkatkan peredaran darah ke otak menjadi lancar, sehingga meningkatkan kemampuan syaraf memori pada otak. Hal ini berefek positif terhadap meningkatkan konsentrasi belajar, mudah menyerap/menghafal materi pelajaran dan meningkatkan/mempertajam daya ingat sehingga materi pelajaran tidak mudah dilupakan.
Kandungan Triterpenoids dalam Centella Asiatica Omar Smart Brain bisa menurunkan kadar kecemasan dan menaikkan fungsi mental, anak lebih rileks, sehingga membentuk anak penuh rasa percaya diri dan membangun keberanian. Anak menjadi lebih berani mengangkat tangan di sekolah dan tampil di hadapan orang banyak.
Karena fungsi inilah, saat ini OSB Omar Smart Brain juga banyak digunakan oleh penderita insomnia, penderita stress, penderita kelelahan mental, anak-anak penderita keterbelakangan mental (mental retardation), anak hiperaktif dan vitamin untuk anak autis atau anak berkebutuhan khusus.
*Disclaimer: Hasil positif untuk setiap orang dapat berbeda tergantung metabolisme tubuh
Sumber: Nutrisi OSB

OSB; Nutrisi Otak Abad 21

6.15.2015


Kadar seberapa baiknya seseorang itu ditentukan oleh seberapa dalam ia mengerti ilmu agama. Orang yang dikehendaki baik oleh Allah Swt. adalah orang yang juga dikehendaki Allah Swt. sebagai seorang yang paham akan ilmu agama. Nabi Muhammad Saw bersabda,
مَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّيْنِ
Artinya "Barang siapa yg Allah menghendaki kebaikan baginya maka dia diberikan kefahaman dalam agama”. HR. Bukhori

Jika Allah Swt. menghendaki seseorang menjadi baik maka Allah Swt. akan memberikan ia pendengaran terhadap al Quran di dalam kalbunya. Allah Swt. berfirman,
وَلَوْ عَلِمَ اللهُ فِيْهِمْ خَيْرًا لَأَسْمَعَهُمْ
Artinya: “Kalau sekiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar”. (QS. Al Anfal: 23)

Tidak hanya bisa mendengar saja, hati pun dapat melihat dan mengucap. Hati yang mengucapkan al Quran adalah hati yang mentadabbur lafadh-lafadh al Quran. Oleh karena itu hendaknya seseorang tidak hanya membacanya dengan lisan saja tapi juga harus membacanya disertai dengan hati yang memahami maksud-maksud ayat al Quran.

Mendengarkan al Quran dari dalam hati itu bisa menumbuhkan makna yang dalam dari pada mendengarkanya melalui telinga. Oleh sebab itu orang yang bisa mendengarkan al Quran dari dalam hatinya berarti ia juga bisa memahami kandungan dan maksud al Quran. Akan tetapi, orang yang di dalam dirinya tidak ada kebaikan kemudian Allah memberikan pendengaran ayat-ayatNya kepada mereka maka ayat-ayat itu tidak akan bisa meresap ke dalam hati mereka justru sebaliknya mereka akan berpaling dari ayat-ayat Allah Swt. Allah berfirman,
وَلَوْ أَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ
Artinya: “Dan jikalau Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedang mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka dengar itu)”. (QS. Al Anfal : 23)

Ketika mendengar al Quran mereka mendengarnya melalui kuping saja dan hati mereka menolak. Penolakan dan berpalingnya mereka dari al Qur’an itu adalah tanda kekafiran mereka.

Allah berjanji kepada orang-orang yang menerima dan mengamalkan al Quran bahwa Dia akan menganugerahkan kepada mereka dengan kehidupan yang sejahtera sedangkan orang yang tidak mengamalkan dan berpaling dari al Quran maka Allah mengancam mereka dengan kehidupan yang sulit. Allah Swt berfirman,
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَي
Artinya: Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta. (Qs. Thaahaa : 124)

Catatan: Artikel ini disarikan dari ceramah Syaikhina Maimoen Zubair di acara Maulidiyah PP AL Anwar tahun 2008

Sumber: ppalanwar.com

Menjadi Orang yang Dikehendaki Baik oleh Allah Swt

5.31.2015


Kericuhan dunia sepak bola Indonesia akhirnya berujung pada satu keputusan Federasi Sepakbola Dunia, yaitu sanksi dari FIFA. Sungguh terlalu …! FIFA akhirnya menjatuhkan sanksinya kepada sepak bola Indonesia lewat surat yang dikeluarkan pada Sabtu 30 Mei 2015. Dalam surat yang ditandatangani Sekjen FIFA, Jerome Valcke itu, Indonesia tak bisa berlaga di level internasional, meskipun tetap bisa mengikuti SEA Games 2015.

Sebelumnya, FIFA telah memperingatkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi untuk tidak mengintervensi PSSI. Bahkan, FIFA sampai mengirimkan surat sampai tiga kali untuk mengingatkan Kemenpora atas tindakannya yang mencampuri masalah kompetisi hingga sampai membekukan PSSI.  

Sayangnya, peringatan-peringatan itu diabaikan oleh Kemenpora, yang kemudian malah membentuk Tim Transisi untuk menggantikan tugas PSSI. Permintaan PSSI agar Surat Keputusan pembekuan dicabut juga tidak diacuhkan Imam Nahrawi. 

Sanksi FIFA ini tentu saja amat merugikan sepak bola Indonesia, karena tidak dapat berpartispasi di laga-laga internasional sampai FIFA mencabut sanksi mereka.  Bukan hanya pemain, pelatih dan wasit juga tak bisa berkarier di luar negeri.

Parahnya lagi, Indonesia juga tak menerima lagi bantuan dana dan program dari FIFA selama masa sanksi belum dicabut. Sanksi FIFA sendiri baru bisa dicabut bila Kemenpora juga tidak lagi membekukan PSSI dan kembali melakukan intervensi seperti yang tertera dalam Statuta FIFA pasal 13 dan 17 tentang intervensi pihak ketiga dalam hal ini pemerintah terhadap federasi sepak bola sebuah negara.

Berikut daftar kerugian yang dialami Indonesia usai kena sanksi FIFA:
  1. Indonesia tidak dapat mengikuti turnamen internasional baik timnas maupun klub, bisa sepanjang satu tahun atau dua tahun, tergantung keputusan Exco FIFA.
  2. Tidak ada kompetisi lokal yang diakui oleh FIFA. Otomatis sang juara kompetisi hanya jago kandang dan tidak teruji di tingkat internasional.
  3. Sanksi FIFA tersebut secara tidak langsung mengebiri bakat-bakat pemain sepakbola muda Indonesia yang biasanya mampu berbicara banyak di turnamen internasional untuk usia dini.
  4. Sanksi FIFA tidak cuma berimbas di level klub/timnas, tapi juga menimpa level grassroot, kepelatihan, dan perwasitan. Renegerasi perwasitan Indonesia untuk level internasional pun bisa terganggu.
  5. Kerugian bagi industri media, tidak bisa menyiarkan, mengabarkan, atau memberitakan pertandingan klub maupun Timnas Indonesia, karena sanksi larangan bermain di turnamen internasional pada level usia berapapun. Situasi ini berimbas pada minimnya sponsor.
  6. Suporter tak akan lagi bisa mendukung Timnas Indonesia di ajang seperti, Asian Games, Pra Olimpiade, Kualifikasi Piala Asia, Kualifikasi Piala Dunia, Piala AFF, dan lain-lain selama sanksi FIFA masih berlaku.   
  7. Klub-klub besar dunia akan mengurungkan niatnya untuk berkunjung ke Indonesia selama sanksi FIFA masih berlaku.
  8. PSSI dan ofisialnya tidak memperoleh hak terkait program-program pengembangan FIFA, dan juga pelatihan-pelatihan, selama masa hukuman.

Kerugian-kerugian ini tentu bisa semakin membuat lesu persepakbolaan Indonesia, mengingat tak adanya target di level internasional. Sanksi akan dicabut jika persyaratan yang dikeluarkan FIFA benar-benar bisa terpenuhi.

Sumber: Liputan6

Kerugian Indonesia Akibat Sanksi FIFA

5.04.2015

Putri Imam Ahmad bin Hanbal terkejut. Ia yang sejak ba’da Isya’ mengamati kamar Imam Syafi’i tidak melihat ulama tersohor itu keluar kamar untuk shalat tahajjud. Tidak pula mengambil wudhu. Imam Syafi’i baru terlihat keluar dari kamar tamu ketika adzan Subuh berkumandang.
Selain itu, ada hal-hal ganjil lain yang dilihatnya dari tamu ayahnya itu. “Wahai ayah, apakah beliau adalah Imam Syafi’i yang kau ceritakan itu?” tanyanya kepada Imam Ahmad bin Hanbal.
“Iya,” jawab sang ayah, singkat.
“Aku perhatikan ada tiga hal yang ganjil. Ketika kita hidangkan makanan, ia banyak makan. Ia tidak menunaikan shalat tahajud. Lalu ketika shalat Subuh, ia tidak berwudhu.”
Imam Ahmad bin Hanbal pun kemudian menyampaikan hal tersebut kepada Imam Syafi’i. Kemudian Imam Syafi’i menjelaskan periha tersebut.
“Wahai Imam Ahmad, aku banyak makan karena aku tahu bahwa makanan yang engkau hidangkan pasti makanan halal dan engkau adalah orang yang dermawan. Tak ada keraguan sedikitpun akan hal itu. Makanan halal yang diberikan orang dermawan adalah obat. Aku makan banyak bukan untuk mengenyangkan perutku, tetapi untuk menjadikannya sebagai obat untuk diriku,” terang Imam Syafi’i. Nyatalah, beliau bukanlah seorang yang banyak makan. Bukan orang yang suka memenuhi perutnya dengan makanan.
“Semalam aku memang tidak menunaikan shalat tahajud. Sebabnya, ketika aku hendak tidur, aku melihat seakan-akan Al Qur’an dan hadits terpampang di depan mataku. Aku pun menghabiskan malam dengan melakukan istinbath hukum. Alhamdulillah, tujuh puluh dua masalah Fiqih dapat kuselesaikan dalam semalam. Insya Allah semuanya bermanfaat bagi kaum muslimin,” masya Allah… inilah ulama besar yang sangat memperhatikan urusan umat Islam, hingga semalam suntuk tidak tidur demi memberikan solusi dan kemanfaatan.
“Adapun mengapa aku shalat Subuh tanpa terlihat mengambil air wudhu, karena semalaman mataku terjaga dan tidak ada sesuatu yang membatalkan wudhuku,” pungkas Imam Syafi’i. Jawaban ini membuat Imam Ahmad bin Hanbal semakin mengagumi sahabatnya itu. Jawaban ini juga membuat putri Imam Ahmad bin Hanbal merasa malu telah memiliki prasangka yang bukan-bukan terhadap imam agung tersebut. Namun tanpa pertanyaannya, mungkin seluruh dunia tidak pernah tahu kisah ini.
Kini saatnya kita bertanya pada diri kita. Jika kita suatu ketika –atau bahkan terbiasa- banyak makan, adakah alasan lain atau hanya untuk memenuhi syhawat perut kita? Sebab banyak makan karena syahwat perut akan membuat kita banyak tidur, malas ibadah dan akhirnya banyak masalah. Karenanya Rasulullah mengajarkan umatnya untuk tidak memenuhi perut dengan makanan; melainkan sepertiganya untuk makanan, sepertiganya untuk air, dan sepertiganya untuk udara.
Jika Imam Syafi’i tidak menunaikan shalat tahajud karena sedang melakukan istinbath hukum, menjawab dan menulis tujuh puluh dua masalah Fiqih demi kemaslahatan umat, adakah alasan kita ketika kita tidak shalat tahajud? Atau jangan-jangan, kita terbiasa tidak shalat tahajud tanpa alasan?! Astaghfirullah.

Source: Muchlisin BK/Kisahikmah.com

Ini Alasan Imam Syafi’i Tidak Shalat Tahajud

Google+ Followers

PRchecker.info